Cincakuuu.. betapa unyu* nya kalian. Sejak di perut Mama Papa selalu membayangkan bakal seperti apa kalian pas lahir, waktu udah lahir kami membayangkan dengan senang seperti apa kalo dah umur setahun, dua, tiga.. sekarang kami sering berpelukan sambil membayangkan (berpelukannya itu tambahan biar kesannya romantis abis xixi #alay mode on).. seperti apa kalian waktu teens, trus punya pacar, truss...Hmm...
Jadi inget deh cinca, mutusin nama buat kalian itu seru banget lho ceritanya ^^ pengen tau? Bener? Nggak nyesel nanti setelah tau? Hehe.. kalo nyesel nggak tanggung loh..^^
Awalnya adalah nama 'Stella'. Itu didapat karena Papa kalian yang superduper romantis-musiman (romantisnya cuma waktu pacaran doang huu..hehe piss ah Papa #ciumDikit) itu suka banget ngajak Mama liat bintang waktu malem. Pas malem telpon-telponan, pasti si Papa ngajak Mama keluar trus liat ke langit. Nanti Papa akan tunjuk satu bintang (kayaknya pernah denger idiom ini..hmm..)
"Sayang (ciecie..), liat deh bintang yang di sebelah utara, itu terang banget ya"
"Yang mana, say? (sayur..)"
"Itu yang deketnya kelip-kelip.."
"Oh iyaaa..." mellow... kemudian terdengar backsound
"...Somewhere Out There..beneath the pale moonlight..somewhere thinking of me, and loving me tonight..somewhere out there, someone's saying a prayer, and we'll be together in that big somewhere out there.. bla bla blaa wishing on the same bright star.."
Begitulah, nak. Sampai pada suatu malam yang kesekian puluh, di kepala Mama tercetus nama Stella.
"Stella ya yang"
"Hmm?"
"Iya besok anak kita namanya Stella" sambil malu-malu tutupan bantal. Papamu terdiam beberapa saat. Mungkin sangat terpana, Mama mau jadi ibu anak-anaknya (ooow to twit..)
"Sayang.." kata Papa akhirnya setelah terdiam sebulan. Eh beberapa menit saja ding.
"Iii..ya?" Mama berdebar-debar.. apa si Tomo ini gak mau jadi Bapaknya anak-anakku? Hehe
"...makasih ya..Mau jadi Ibunya anak-anakku".. ooow waktu itu seakan dunia berhenti berputar, waktu kami mengikat janji untuk saling membuahi (hus hus opo to iki).
Semenjak itu, kami memanggil unborn child dengan 'Stella' anak pertama. Bintang, anak kedua. Najwa anak ketiga. Hoshi anak keempat. Itu semua artinya 'bintang'.
Karena itu, waktu Mama hamil, kami memanggilnya dengan Stella. Tapi waktu tahu bahwa Stella nggak dateng sendiri, kami mulai mencari nama. Pertamanya mau milih antara Bintang, Najwa, atau Hoshi dengan arti senada. Tapi setelah direnungkan lagi sambil minum teh hangat (ada hubungannya, nak..) kami merasa, kalau sama-sama bintang nanti sama-sama pengen bersinar sendiri. Lalu kami mencari nama yang artinya menyambung.
"Bintang bersinar, Yah.. sparkling? Shine? Hmm gimana kalo Stella dan Shana, yah?" Mama usul pada suatu hari Minggu yang cerah, kami bergulingan di depan TV sepulang dari Gereja. Bergulingan itu maksudnya baringan di kasur, bukan nggulung-nggulung kaya bola, walo sebenernya saat itu bentuk Mama sudah serupa bola.
"Hmmm bagus aja, Nda. Papa setuju" jiaah cepet amat approvalnya. Tau gitu tadi Mama minta mobil. Loh..
Okay, lalu disepakati namanya Stella dan Shana dari kata 'shine'. Seminggu, dua minggu, kok Mama nggak sreg ya..
Pada suatu sore yang sejuk, pulang dari kantor, Mama dibonceng Papa cari makanan yang Papa lagi nyidam. Jangan lupa, Papamu itu suka nyidam lalu menularkan pada Mama. Waktu di perempatan jalan, kami berhenti karena lampu merah menyala. Tertib kan..
Tiba-tiba saja nama itu terlintas di benak Mama.
Trust. Taft. TRISHA.
Stella yang bersinar lembut bak bintang, dan Trisha yang kuat dan bisa membangkitkan keyakinan dan dipercaya, saling bergandengan untuk menjadi alat Tuhan..
Mama langsung mengguncang bahu Papa.
"TRISHA YAH!!" Papa kaget.
"Apaan nda?" Kirain Papa ada artis lewat dan Mama nyidam minta ngelus pipinya.
"Trisha, namanya adek. Stella dan Trisha. Kita singkat SteSha"
"Apa? Hmm.. cute.. bagus.. Ayah setuju" seperti biasa approvalnya cepet turun. Si Papa ini memang sangat menghargai pendapat Mama hehe..
"Setuju yah?"
"Iya, 100 persen. Okay nanti sampai rumah kita cari nama panjangnya..."
Sisa perjalanan Mama dan Papa melaluinya dengan rasa lega dan penuh sayang..
Stella dan Trisha, kami menunggumu..
Naah itulah ceritanya, cinca..
Stella, bersinarlah dengan lembut menerangi jalan kami..
Trisha, jadilah yang mendukung dengan keyakinan, kepercayaan, dan keteguhan..
dan PapaMama mendampingi kalian, sebagai Silvi dan Tomo yang sangat mencintai kalian..
*unyu: lucu, imut, nggemesin, harus dicium, digigit, dan diuyel-uyel..
(Diambil dari Kamus GeJe Mama halaman 12 :p )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar