Kamis, 16 Februari 2012

Cerita Hamil Kalian (1)


Diberi kesempatan yang amat besar untuk hamil kembar di kesempatan pertama adalah hal yang paling WOW dalam kehidupan pernikahan aku dan Papamu. Kalian nanti akan tahu, betapa perjalanan kami sampai ke pernikahan itu bukan hal yang mudah. Tenang, dear, Mama sudah menyiapkannya kok, di Kumpulan Kisah Cinta Inspiratif 'Cinta Melampaui Masa' yang diterbitkan oleh Penerbit Esensi Erlangga, judulnya 'Untung Ada Bintang', itu cerita cinta MamaPapa dan kalian loh.. #kedip peluk peluuk..
Sudah Mama simpankan untuk besok kalian baca, begitu usia kalian swit sepentin hehehe.. wow pasti akan banyak sekali yang bisa kita bagikan, dear.. Ups tapi bukan berarti Mama pengen kalian cepat besar. Pelan-pelan sajalah.. biarkan Mama juga merasakan detik demi detiknya memelukmu yang sekarang masih bayi ini (Mama bisa bayangkan, mbak Ate dan de Sha protes berat dibilang masih bayi hehehe)..

Kembali ke topik! Yep, hamil kalian itu seperti mimpi. Awalnya, waktu Mama ada di masa minggu-minggu awal, Mama sampai nggak ngeh bahwa kalian sudah ada di perut endud ini. Karena Mama berpikir, too good to be true. Masak di bulan awal Mama sudah hamil? Tapi ternyata Tuhan memberi secepat itu, matur nuwun Gusti... Mama sungguh terharu kalau inget perasaan Amazing nya..
Ada cerita konyol, nak, waktu itu. Karena Mama nggak ngeh kalian sudah ada, Mama dengan santainya ikut outbond kantor (dulu Mama masih di Litbangkes Depkes Jakarta), dan naik flying fox pula! Hmm masih ada nggak ya flying fox di usiamu besok? Itu seperti uji nyali apakah kamu fobia ketinggian atau nggak, kamu harus naik ke tangga atau pohon yang tinggi -waktu itu 30 meter- lalu dari puncak ketinggian itu, kamu akan melayang gantung dengan pengaman. Ooooww... jangan ditanya, seru banget itu!! Mama teriak kenceng banget.. uwaaaaaaaaa... meluncuuur... dan sampai bawah, Mama flek-flek #GUBRAK...
Tapi dasarnya nekat ya, sudah flek pun Mama nggak ngeh kalau kalian sudah melungker dan ikut jejingkrakan tadi. Seru ya nak? Hehe..
Beberapa minggu setelah itu, Mama baru cek lagi. Dan kali ini ngeh bener bahwa strip dua di test pack itu artinya Mama sudah hamil... Wow!

Kejutan sebenarnya bukan di test pack nya. Waktu usia kehamilan sepuluh minggu, Mama dan Papa pergi ke RS Duren Sawit untuk periksakan kamu. Lucunya ni, di hari periksa itu, siang harinya, Mama waktu makan siang nambah sampai tiga kali. Mama mikir, kemaruk amat ya? Kalo hamil mah nambahnya dua kali aja.. tapi waktu itu entah kenapa nambahnya sampai 3 kali! Firasat kali ya kalo di perut ada dua, jadi 3 kali itu untuk Mama, Stella, dan Trisha :)
Firasat berikutnya dateng waktu kami nunggu antrian dokter. Waktu kami duduk, lewatlah sepasang anak kembar cewek.
"Aww..lutuna Yah.." Mama bisik-bisik ke Papa. Papa juga gemes banget. Belum selesai gemesnya, lewatlah kembar cowok.
"Oooowww... to twiiiitt..." Mama ngiler-ngiler liat betapa kompaknya mereka itu. Kemudian Mama iseng nanya ke Papa.
"Mungkin nggak anak kita kembar?" Papa mikir sebentar.
"Nggak kayaknya Nda, dari aku nggak ada turunan. Dari Bunda ada nggak?" Mama menggeleng. Kemudian masuklah kami ke ruang periksa karena sudah dipanggil.

Namanya dokter Wid, cewek, alumni FK UGM juga. Mama dan Papa ditanya-tanya awal, standar, kemudian diminta naik bed untuk di USG. Pertama kali probe ditempelkan ke perut Mama, langsung keliatan tuh satu bayi melambai-lambai.. uuw imuut sekali. Mama heboh-heboh sama Papa. Papa udah speechless deh liat tangan dan kaki yang sudah aktif itu.
"Hmm.. itu keliatan kan? Nah saya lihat ke ovarium nya ya, ada kista atau nggak, sekalian aja diperiksa". Probe digulirkan ke kiri. Dokter Wid terdiam sejenak.
"Ada keturunan kembar?" Aku berpandangan dengan Papa.
"Nggak..," kami kompak. Dokter Wid senyum.
"Pasti ada... telusuri aja,"
"Emang kenapa dok?" Mama penasaran dong.
"...hmm.. itu, bayinya ada dua,"
Mama Papa melongo.

Kaki dan tangan itu ada dua pasang, kalian berhadapan, ya, sepertinya sengaja menyambut kami yang malam itu merasa kejatuhan durian runtuh!! Kalian melambai heboh, halo halooo... dan kami tercengang, surprais, senang, sampai merasa bahwa kabar itu nggak nyata. Setelahnya seperti mimpi. Dokter Wid minta Mama cek TORCH dan urine, Mama diambil darah, bayar, ambil obat, trus dibonceng Papa pulang.

Waktu malam, kami berpelukan dan Papa mengelus-elus perut Mama, masih saling kagum bahwa ada dua di sini. Tiap hari.. tiap hari.. kami merasa sangat bahagia, haru, dan kadang masih belum percaya bahwa kalian ada.. it was too good to be true..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar